Archive for November, 2012

PEMILU DAN NASIB RAKYAT

November 16, 2012

Dua kata yang tidak bisa dipisahkan. Dengan adanya Pemilu harapannya nasib rakyat akan berubah dari yang kurang baik menjadi lebih baik, bukan sebaliknya malah menjadikan keadaan terpuruk. Apa yang menjadi penyebabnya? Ada beberapa factor penyebabnya di antaranya: Pertama, Pemilu dilaksanakan sejak berdirinya Negara ini hanya sebatas rutinitas semata (seremonial belaka) karena tidak membawa perubahan apa-apa terhadap kehidupan masyarakat. Kehidupan masyarakat makin lama makin terpuruk di segala bidang kehidupan. Bahkan banyak yang mengatakan ada Pemilu atau tidak ada Pemilu sama saja, tidak menimbulkan efek apa-apa. Milyaran bahkan triliyunan dana di keluarkan untuk Pemilu ini. Ini sangat bertolak belakang dengan hasil yang dicapai. Pemilu hanya alat legitimasi untuk menghambur-hamburkan uang rakyat.Tidak membawa perubahan yang berarti. Kedua, pemilu diadakan hanya untuk mengganti orang (person) bukan system. Karena kerusakan yang terjadi di masyarakat sekarang sifatnya sistemik bukan hanya menyangkut person tapi juga system. Kalau sistemnya saja sudah cacat apalagi orang yang menjalankan system tersebut. Itulah system demokrasi yang disanjung – sanjung oleh Barat dan diamini oleh Indonesia. Bahkan Indonesia mendapat penghargaan sebagai Negara paling demokratis di dunia.

Ironi sekali dengan demokrasi ketika umat Islam menginginkan negaranya yang mayoritas Islam diatur dengan syariat Islam tidak diakomodasi, tapi ketika barat menginginkan apapun demi kepentingannya langsung di respon. Di mana yang namanya demokrasi di Negara paling demokratis ini. Demokrasi omong kosong! Anehnya sebagian kaum muslimin memperjuangkannya. Tidak tahu bahwa demokrasi adalah system kufur yang harus kita buang di tong sampah tidak perlu di daur ulang. Umat Islam harus kembali ke system yang terbaik yaitu system yang berasal dari zat Yang Maha Baik Allah SWT itulah system Islam. Ketiga, tidak adanya parpol peserta Pemilu yang benar-benar memperjuangkan nasib rakyat. Mereka hanya bisa mengobral janji tanpa ada realisasi sama sekali. Mereka dekat dengan rakyat ketika akan menjelang Pemilu setelahnya tidak ada aktivitas politik. Itukah yang dinamakan sebagai partai politik! Apalagi sekarang banyak partai politik Islam yang diharapkan bisa memperjuangkan aspirasi umat Islam. Ternyata tidak ada bedanya dengan partai sekuler. Islam hanya sebagai symbol bukan ideology.

Kita sekarang ini mendambakan Pemilu yang bisa mengubah nasib rakyat. Itu semua bisa berjalan ketika system yang dipakai adalah system Islam. Nasib rakyat akan menjadi lebih baik ketika diperjuangkan oleh partai politik Islam Ideologis. Karena partai politik ini akan berfikir tidak hanya jangka pendek tetapi juga jangka panjang. Sudah saatnya umat Islam berjuang bersama partai politik Islam ideologis untuk berjuang bersama demi tegaknya syariat Islam di muka bumi ini. Wallahu A’lam bi showab

Iklan